IT Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Suaidillah,S.Pd. dan Ella Agustina, S.Pd.*
Seorang teman pernah bercerita bahwa di beberapa lembaga pendidikan di pulau Jawa, informsi dan teknologinya (IT) sudah sangat maju. Misalnya penerapan IT di lingkungan kampus, sekolah dan kantor-kantor pemerintah. Intinya, dengan penerapan IT maka beberapa pekerjaan manual para guru dapat digantikan dengan computer, berbagai informasi tentang pendidikan dengan mudah dapat di akses, begitu pula dengan penyerapan ilmu pengetahuan dapat diserap karena tersedianya fasilitas internet gratis dan beberapa titik daerah hotspot free untuk akses ke dunia maya.
Di UGM misalnya, seperti informasi yang saya dapatkan, untuk mencari buku atau referensi yang diperlukan dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas kuliah sejak dari S1 sampai S3, maka mahasiswanya tidak perlu lagi mengunjungi semua perpustakaan di lingkungan UGM, tapi cukup satu saja yang didalamnya sudah tercantum judul buku untuk semua fakultas dan perpustakaan yang ada di lingkungan UGM. Misalnya, perpustakaan UPT I, perpustakaan UPT II, Perpustakaan Pascasarjana, Perpustakaan Kajian Pedesaan, dan semua perpustakaan di fakultas.
Begitu pula pula dengan fasilitas internet –baik yang gratis dan non gratis– dan daerah hotspot, selalu tersedia dimana-mana. Untuk internet gratis, dapat diakses hampir semua fakultas di UGM. Sedangkan daerah hotspot dapat ditemukan di gedung pascasarjana, di sekitar lingkungan fakultas MIPA, Teknik, Perpustakaan UPT I, dan Perpustakaan Pascasarjana, yang semua itu dapat dikases dengan gratis. Kalaupun menggunakan password, maka password tersebut diumumkan tidak dirahasiakan. Misalnya, jika anda kebetulan ingin mengakses di gedung pascasarjana UGM maka passwordnya cukup ketik “AMARTAPURA”, maka dengan secara langsung dapat online dengan begitu cepat bila tidak ada gangguan.
Akan halnya dengan administrasi perkantoran di lingkungan UGM, juga dapat dirasakan begitu cepatnya informasi didapatkan. Jika seorang mahasiswa menginginkan KHS, maka data itu bisa didapatkan tanpa menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari, tapi dalam hitungan menit KHS tersebut sudah dapat diterima, tanpa berbelit-belit, karena memang data dan informasinya sudah lengkap dan memiliki kode-kode atau symbol tertentu untuk hal-hal tertentu juga, sehingga ketika seseorang membutuhkan informasi maka dapat begitu cepat ditemukan.
Lain di UGM lain pula di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Sebuah sekolah tervaforit dan sangat maju dalam hal IT. Misalnya, seorang guru hendak mengadakan ulangan. Maka, ia tak perlu menggandakan soal, lalu mengawasi di dalam kelas, kemudian mengoreksinya setelah usai ulangan dilaksanakan. Karena dengan IT maka semua soal sudah di format sedemikian rupa dalam sebuah komputer pada sebuah ruangan yang jumlahnya sebanyak murid yang ada dalam kelas. Intinya, dengan IT mempermudah pekerjaan guru, karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk penggandaan soal, dan mengoreksinya setelah usai ulangan. Artinya, pekerjaan guru dapat lebih efektif. Sehingga sisa waktu itu bisa digunakan untuk yang lain. Misalnya guru dapat melakukan tulis menulis atau bahkan melakukan PTK.
Dua contoh di atas, saya pikir cukuplah sebagai sebuah pendorong, pembangkit motivasi untuk meningkatkan penggunaan IT di sekolah dan lembaga pendidikan baik di Dinas Pendidikan maupun di LPMP Kalsel untuk peningkatan mutu pendidikan agar kita tidak jauh tertinggal dengan daerah lain.
Saat ini bukan lagi era batu kapur, tapi sudah beralih ke LCD, sehingga peserta didik dapat menikmati materi pelajaran dengan menarik, karena akan tampil dengan memukau, ditambah dengan berbagai gambar dan warna serta suara. Bukan lagi masanya mengoreksi soal dan menghitung nilai dengan manual, tapi dapat dilakukan dengan komputer. Sehingga pekerjaan guru dapat lebih mudah dilakukan dan lebih efektif serta efisien. Hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil dilakukan karena hampir di beberapa daerah sudah merealisasikannya. Kalau kita sejak sekarang tidak pernah mau berkaca, berguru dengan daerah lain, maka daerah kita dalam waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan jangan harap dapat memahami dan menjalankan IT dengan baik, artinya kita selalu yang terbelakang. Kata bunyi sebuah enekdot, “orang lain sudah sampai ke planet tapi kita masih saja mondar-mandir di bumi” alias tidak ada kemajuan.
Sebagai penutup uraian ini, beberapa hal penting perlu dilakukan yaitu perlunya berguru ke negeri orang untuk pengembangan IT baik di sekolah maupun di lembaga-lembaga pendidikan seperti dinas pendidikan kabupatan kota serta provinsi dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Sehingga ke depan kedua lembaga ini dapat menyediakan data dan informasi tentang keadaan pendidikan di Kalimantan Selatan. Baik yang menyangkut masalah keadaan guru, murid, prestasi, sarana dan prasarana, hasil UNAS dan Ujian Sekolah, grafik prestasi siswa semua tingkatan, dan sebagainya. Berdasarkan data dan informasi tersebut, maka kita sebagai orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan akan dapat mengambil langkah-langkah efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan khusus di Kalimantan Selatan, sebaliknya kita tidak lagi melakukan triar and error, meraba-raba, mengira-ngira dan sebagainya. Di samping memudahkan bagi masyarakat yang ingin mengetahui hal itu juga berguna untuk keperluan penelitian bagi mahasiswa, dosen dan para pendidik lainnya. Karena mereka tidak perlu ke sekolah-sekolah untuk mencatat dan mengumpulkan berbagai bahan yang berkenaan dengan penelitiannya, tapi cukup datang ke dinas pendidikan kabupaten kota dan LPMP semua sudah ada di sana, apalagi dapat diakses lewat web dinas pendidikan atau LPMP maka tentu akan lebih mudah.
Namun perlu diingat bahwa data yang tersedia di Dinas Pendidikan dan LPMP itu tidak begitu saja dapat diakses dengan mudah, karena kedua lembaga ini harus terlebih dahulu melakukan berbagai aktivitas. Misalnya, menjalankan program pemetaan sekolah, guru, murid se kalsel, mengadakan uji kompetensi untuk mengetahui tingkat mutu dan kualitas guru dan kepala sekolah, begitu pula dengan sarana dan parasarananya. Nah setelah semua pekerjaan tersebut selesai barulah dapat diolah dan dimasukkan dalam sebuah program di komputer sehingga dapat diakses denga mudah dan cepat.
Begitulah impian saya, yang entah abad ke berapa dapat tergapai. Tapi saya yakin, dengan bermimpi maka suatu saat ia akan jadi kenyataan. Tapi kalau kita tidak pernah bermimpi mungkin hal itu tidak akan pernah kita dapatkan.
Penulis adalah Kepala dan Staf Seksi Pemetaan dan Supervisi LPMP Kalsel dan

Tinggalkan Balasan